SOROT BAGIAN 3
SOROT 151

Pangeran Al-Walid, Warren Buffet dari Arab

Kekayaannya Rp127,3 triliun, istana berkamar 317, dan pencakar langit tertinggi di bumi.

Jum'at, 2 September 2011, 15:48 WIB
Hadi Suprapto
Foto:
Pangeran Al-Walid bin Talal (AP Photo)

VIVAnews – Kingdom Tower. Menara pencakar langit ini adalah monumen tak terbantahkan tentang gelimang harta keluarga raja-raja Arab. Dirancang tegak setinggi 1.000 meter di Jeddah, Arab Saudi, gedung ini akan menjadi yang paling tinggi di muka bumi. Ia bakal mengalahkan Burj Khalifa di Dubai, yang saat ini dinobatkan sebagai gedung terjangkung sedunia.
 
Bloomberg melaporkan “Menara Kerajaan” yang berisi hotel, apartemen, dan perkantoran ini, sedang dibangun dengan biaya hingga 4,6 miliar real Saudi atau sekitar Rp10,5 triliun.
 
Sang pemilik adalah Pangeran Al-Walid bin Talal bin Abdul Aziz al-Saud. Tak lain, dia adalah keponakan Raja Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz. Ayahnya, Talal bin Abdul Aziz al-Saud, adalah putra pendiri Kerajaan Saudi. Ibunya, Mona El-Solh, adalah putri perdana menteri pertama Lebanon, Riad El-Sohl. 
                                                                                        
Dilahirkan pada 7 Maret 1955--dia baru berumur 46 tahun--Al-Walid memulai karier bisnisnya pada 1979 setelah lepas dari bangku kuliah.
 
Associated Press melaporkan, setahun kemudian dia sudah menerima pinjaman senilai US$300 ribu dari Saudi American Bank--sekarang dikenal sebagai Samba, yang dijalankan oleh Citicorp. Jumlah itu terbilang besar pada saat itu.
 
Langkahnya sebagai investor mulai jadi pembicaraan ketika ia membeli sebagian besar saham Citicorp. Kala itu, Citicorp oleng gara-gara mengalami kerugian kredit di Amerika Latin dan ambruknya harga properti di Amerika Serikat. 
Pangeran Walid menginvestasikan US$590 juta di Citicorp pada 1991, yang belakangan nilainya menggelembung menjadi sekitar US$6 miliar.
 
Sebagai anggota keluarga kerajaan Saudi, tentu saja, dia memanfaatkan kekayaan minyak negaranya. Tetapi, yang lebih dominan adalah berbagai keuntungan besar yang berhasil diraupnya dari sejumlah investasi yang dia tanamkan. Antara lain, di Rupert Murdoch News Corp, Fairmont Raffles Hotels International, Time Warner, Apple, PepsiCo, dan Walt Disney Co. Karena kelihaian dia berinvestasi, Majalah Time pada 2006 menobatkannya sebagai "Warren Buffet dari Arab”.
 
Di bisnis hotel, nama Al-Walid juga terkenal. Dia adalah pemilik Savoy Hotel di London, Plaza Hotel di New York, dan jaringan Hotel Four Seasons-- termasuk Four Seasons Jakarta yang diakusisi dari Regent pada 2007.
 
Semua kekayaan ini, membuat Al-Walid jadi langganan tetap di daftar orang terkaya dunia versi Majalah Forbes. Maret lalu, Forbes menempatkan dia di urutan ke-26, dengan nilai kekayaan US$19.4 miliar atau setara Rp127,3 triliun.
 
Semua bisnis Al-Walid dikontrol melalui Kingdom Holding Co, di mana dia memiliki 95 persen saham.
 
Orang terkaya di Jazirah Arab ini memiliki istana seluas 85,9 meter di Riyadh, Arab Saudi. Menurut Time, di sinilah Al-Walid tinggal bersama kedua istrinya. Istana ini ditaksir dibangun dengan ongkos US$300 juta atau sekitar Rp2,6 triliun.
 
Di halaman depan, terhampar pasir berwarna. Di dalam, ada 317 kamar berlantai 1.500 ton marmer Italia, karpet oriental sutra, keran berlapis emas, dan 250 televisi. Dapurnya ada empat macam: untuk masakan Arab, Barat, Asia, dan satu lagi, dapur khusus untuk makanan penutup. Keempatnya didesain supaya sanggup memasak untuk 2.000 orang sekaligus. Tak cuma itu, istana ini juga dilengkapi laguna dan 5 ruang bioskop bawah tanah yang masing-masing berisi 45 kursi penonton.
 
Ditulis Bloomberg, Al-Walid juga memiliki kapal pesiar yang digunakan dalam pembuatan film James Bond “Never Say Never Again”. Kapal tersebut awalnya dimiliki triliuner Amerika Donald Trump, lalu dia beli ketika triliuner Amerika ini lagi kesulitan duit.  
 
Kapal pesiarnya tentu tak cukup satu. Menurut Majalah Economist, dia juga memiliki kapal pesiar lebih baru yang disebut 5KR-- memiliki panjang 173 meter dan dibuat dengan biaya sebesar US$500 juta. 
 
Itu untuk di laut. Di udara, sebagaimana dilaporkan Discovery Channel, Al-Walid memiliki beberapa pesawat pribadi, antara lain: Boeing 747, Airbus 321, dan Hawker Siddeley 125. Bahkan, menurut Associated Press, dia juga pernah memesan pesawat terbesar dunia, Airbus A380. Ini membukukan nama Al-Walid sebagai pemesan perorangan pertama untuk pesawat seharga US$300 juta ini.
 
Bila dipakai maskapai komersial, Airbus A380 bisa memuat 525 penumpang untuk tiga kelas bisnis dan lebih dari 800 lainnya di kelas ekonomi. Pesawat ini dilengkapi bar, kasino, kamar mandi, dan tempat tidur bagi penumpang kelas satu. Luas ruangan pesawat ini setara dengan ballroom Hotel Savoy London miliknya. Pantas saja bila Associated Press menyebut pesawat ini sebagai "istana terbang" Al-Walid.
 
Suatu waktu, sang pangeran menyatakan bahwa segala yang spektakuler memang telah menjadi tujuan hidupnya. Dia berkata, “Jika saya melakukan sesuatu, saya akan melakukannya dengan spektakuler, atau saya tidak akan melakukannya sama sekali.” (kd)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
kario
20/10/2011
yang jelas "jongosnya syaiton"...dan syaiton tdk hanya ada di amerika tp jg di indonesia...bahkan dinegaranya abunawas
Balas   • Laporkan
Kario
20/10/2011
kalo dia sadaqoh ten percents saja, mgkn tdk ada lagi umatNya yang menderita ya ?
Balas   • Laporkan
adit
15/09/2011
tanda tanda kiamat...
Balas   • Laporkan
kaigaul
13/09/2011
wow benar-benar menakjuban,,,kontradiktif sekali dgn keadaan saudaranya di Somalia yg kelaparan.......
Balas   • Laporkan
Segera
07/09/2011
Raja-raja yang rakus dan tamak itu adalah jongosnya amerika, inggris, dan sekutunya. Mereka akan bernasib seperti ben ali, mubarak, dan gadafi. Insya Allah Ta'ala.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau