SOROT BAGIAN 1
SOROT 124

Berburu Piramida Nusantara

Sekelompok orang menelisik peradaban tinggi masa silam. Ada bukit menyimpan piramida?

Jum'at, 25 Februari 2011, 19:29 WIB
Indra Darmawan
Foto:
Gunung Sadahurip, Kabupaten Garut (VIVAnews/ Ahmad Rizaluddin)
Please install the Flash Plugin

Penelusuran Bukit Piramida

VIVAnews - Mentari nyaris berada di atas ubun-ubun, saat empat mobil menepi di pinggiran Jalan Raya Soreang-Cipatik, medio Februari 2011. Siang itu, Kampung Badaraksa yang terletak di lereng bukit, kedatangan tamu.

Rombongan itu menyusuri  jalan kecil mendaki di tengah pemukiman penduduk, hendak menuju ke atas puncak Gunung Lalakon, yang terletak di Desa Jelegong, Kecamatan Kotawaringin, Kabupaten Bandung.

Dari Kampung Badaraksa yang berada di ketinggian sekitar 720 m di atas permukaan laut, mereka bergegas naik memutari bukit dari bagian selatan ke barat.

Sambil membawa berbagai peralatan dan beberapa gulungan besar kabel, rombongan membelah hutan gunung. Derap langkah kaki mereka seolah berkejaran dengan ritme suara jengkerik, dan tonggeret di kanan-kiri.

Tim yang terdiri dari sekelompok pemuda dan para peneliti itu, akhirnya sampai di puncak setinggi 988 meter dari permukaan laut.

Kabel direntang. Tim mulai memasang alat geolistrik yang mereka bawa. Sebanyak 56 sensor yang dipasangi altimeter (alat pengukur ketinggian) diuntai dari puncak bukit ke bawah lereng, masing-masing berjarak lima meter, dicatu oleh dua aki listrik.

Alat-alat itu berfungsi mendeteksi tingkat resistivitas batuan, dan bisa digunakan menganalisa struktur kepadatan batuan hingga ratusan meter ke bawah.  “Tujuan kami saat itu mengetahui apakah ada bangunan tersembunyi di dalam gunung,” kata Agung Bimo Sutedjo, kepada VIVAnews, di Jakarta, Selasa, 15 Februari 2011.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
scan
22/12/2011
apakah benar piramida itu terbuat dari tanah apa hanya faktor kebetulan saja ?
Balas   • Laporkan
zelyan | 12/02/2012 | Laporkan
pikirkan lagi...
vicky
23/08/2011
Jangan nae gitu bro,,kita harus bangga sebagai masyarakat Indonesia. Ada atau tidaknya piramid itu kita tetep harus bangga jadi orang Indonesia. Karena dari kita lahir hingga dikuburpun kita kan selalu menjejakkan kaki di Indonesia. Terima Kasih Indonesia
Balas   • Laporkan
agustini susi
16/08/2011
mau jadi anggota turangga seta, bagaimana caranya? saya sangat berminat sekali dengan arkeologi Indonesia
Balas   • Laporkan
amaru
12/07/2011
semoga cepat terungkap dah, semangat semangat, jangan nyerah... masyarakat indonesia menunggu.
Balas   • Laporkan
dolok
02/07/2011
di kalimantan pasti lebih banyak misteri harta karun lagi...
Balas   • Laporkan
widodogb
20/05/2011
wah pingin gabung, ayo kita gali sejarah kita, masa sejak dulu yg nemukan bukti sejarah orang2 bule belanda. JASMERAH ..go..
Balas   • Laporkan
lalilulelo
27/03/2011
terlepas dari benar atau tidak, saya salut sama teman2 yang berusaha mencari kebenaran.
Balas   • Laporkan
aikaroqib
24/03/2011
salut buat teman2 yang sudah berusaha mengungkap ada apa dialam indonesia,mdah2an berhasil membuktikan.
Balas   • Laporkan
frogman
19/03/2011
stju mas dayat, dr rasa ingin tahu ==> xperimen2/ekspedisi2==>harta karun yg plg bharga, ilmu pgetahuan n penemuan2, itu yg mbuat bgs2 barat jauh lebih maju dari kita, hal dan mental inilah yg krg kita miliki u/ terus maju,dukung mereka, buka kbenaran..
Balas   • Laporkan
dhickrist
18/03/2011
Jangan asal mencerca atau menghina...kita patut bangga bangsa ini memiliki orang-orang yang berdedikasi dalam ilmu pengetahuan. mereka mau melowongkan waktunya untuk melakukan penelitian dengan biaya sendir. sungguh hal yang luar biasa. tggu ja buktinya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru